Tuesday, September 14, 2010

Tipuan Iblis

Ayat bacaan: Yohanes 8:44
====================
"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

tipuan iblisHari ini saya menonton sebuah pertunjukan sulap di televisi. Ada seorang wanita yang dimasukkan ke dalam kotak. Lalu kotak itu mulai digergaji hingga terbelah menjadi dua. Saya melihat langsung dengan mata kepala saya bagaimana kemudian kotak itu terbelah, demikian pula dengan si wanita yang berada di dalamnya. Kedua bagian kotak itu digeser agar semakin jauh satu sama lain. Kakinya terjulur ke luar pada salah satu ujung kotak, dan kepalanya menonjol di ujung  yang lain. Jelas terlihat bahwa tubuhnya turut terbelah menjadi dua bagian. Ini tentu sulap yang sudah sering kita lihat. Kita tahu kemudian kedua potongan kotak itu akan disatukan kembali, dan nanti si wanita akan keluar dari kotak dengan utuh kembali tanpa goresan sedikitpun. Sekarang pertanyaannya: apakah kita bisa percaya bahwa tubuh si wanita memang tadinya sempat terpotong lalu kemudian kembali tersambung seperti sediakala? Tentu tidak, bukan? Kita tahu bahwa itu semua hanyalah trik atau tipuan sulap. Meski kita melihat dengan mata telanjang sekalipun kita akan menolak untuk mempercayai mata kita.

Prinsip tipuan iblis pun sama seperti itu. Iblis sudah sibuk menipu dan mencoba mengelabui manusia sejak lama, bahkan sejak kejadian di taman Eden ketika ia mempengaruhi Hawa. Iblis telah berulangkali menunjukkan kemampuannya dalam menipu sepanjang Alkitab, dan akan terus berusaha melakukannya sampai kapanpun. Itu pekerjaannya, itu hobinya. Iblis merupakan penipu ulung yang sanggup meniru berbagai kuasa yang dikerjakan Tuhan. Kita bisa melihat salah satu contoh jelas akan hal ini dalam Keluaran 7 ketika Musa dan Harun pergi menghadap Firaun untuk memperingatkannya. Ketika itu Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan anak buahnya seperti yang diperintahkan Tuhan, dan tongkatnya kemudian berubah menjadi ular. (Keluaran 7:10). Lalu apa yang terjadi? "Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka." (ay 11). Perhatikan bahwa iblis mampu meniru mukjizat Tuhan yang secara kasat mata persis sama. Tetapi dalam ayat selanjutnya kita bisa melihat bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada imitasi mukjizat yang sanggup dilakukan iblis. Satu tongkat harun yang dipakai Tuhan sanggup menelan semua tongkat para penyihir itu  dengan kuasa iblis sekaligus. (ay 12).

Iblis punya kemampuan untuk membuat hal-hal yang akan terlihat sangat menyerupai mukjizat-mukjizat Tuhan. Tapi ingatlah bahwa semua itu hanya tiruan. Iblis akan selalu berusaha untuk membuat kita tidak lagi percaya kepada janji-janji Tuhan. Dia akan selalu mencoba menipu kita lewat berbagai iming-iming yang akan kelihatan sangat nikmat dan menyenangkan. Iblis akan melakukan berbagai trik dan manuver untuk menjauhkan kita dari keselamatan yang sudah dijanjikan Tuhan. Bahkan kepada Yesus sekalipun iblis berani-beraninya mencoba untuk melancarkan tipuannya ketika Yesus berada di padang gurun. (Matius 4:1-11). Lihat bagaimana lihainya iblis dalam melancarkan serangan. "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (ay 8-9). Tidakkah semua ini menggiurkan? Tapi Yesus tidak terpengaruh. Maka jawaban Yesus pun seharusnya menjadi jawaban kita pula terhadap tipuan-tipuan iblis. "Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10).

Begitu handalnya iblis dalam menipu hingga dikatakan iblis adalah bapa segala dusta, bapa segala tipu, seperti kata Yesus. "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44). Iblis itu pendusta dan bapa segala dusta. Iblis sejak semula selalu mencoba menjauhkan kita dari kebenaran dan berusaha membunuh kita. Bagaimana dengan posisi kita sebagai anak-anak Tuhan? Yohanes menyebutkan seperti ini: "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat." (1 Yohanes 5:19). Seluruh dunia ada di bawah kekuasaan tipunya, namun kita harus menyadari bahwa lewat Kristus kita sudah menjadi ciptaan baru yang berasal dari Allah dan bukan lagi dari dunia. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." (ay 20).

Petrus mengingatkan kita: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Perhatikanlah bahwa iblis hanya bisa mengaum-ngaum dari luar. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa apabila kita tetap berada dalam Tuhan. Iblis hanya bisa berputar-putar mencari orang-orang yang bisa ditelannya tetapi ia tidak akan pernah bisa menerkam ketika kita berada dalam benteng Firman Tuhan dan dipenuhi Roh Kudus. Sadarilah bahwa Yesus sudah mengalahkan iblis dengan gemilang 2000 tahun yang lalu dan apa yang tinggal hanyalah tipuannya belaka. Tajinya sudah tidak ada lagi, apa yang bisa ia lakukan tinggal mencoba membodohi kita. Iblis bisa mengaum-aum mencari mangsa, namun ia tidak akan bisa masuk menerkam kita jika kita tidak membuka celah apapun.Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali kita mengizinkannya.

Seperti sulap membelah kotak berisi wanita di atas, demikianlah iblis mencoba mengelabui kita. Dia siap menawarkan tipuan-tipuan yang secara kasat mata mungkin terlihat menggiurkan penuh dengan kenikmatan, tetapi di balik itu semua ada jebakan-jebakan terbentang yang siap untuk membinasakan kita. Iblis adalah penipu ulung, bapa segala dusta dan pembunuh manusia. Ketika kita bisa menolak untuk mempercayai mata kita dalam melihat sulap dan mengetahui bahwa itu semua hanyalah trik belaka, demikian pula seharusnya kita bisa menolak mempercayai segala tipu muslihat yang ditunjukkan iblis kepada kita. Tetaplah berpegang teguh terhadap janji-janji Allah, meski mungkin kelihatannya janji itu datangnya lambat menurut keinginan kita. Janji Tuhan akan selalu digenapi, tepat pada waktunya. Dan itulah yang terindah. Jagalah mata, hati dan pikiran kita agar jangan terjebak dengan tipuan dan trik dari iblis yang sudah tidak berkuku lagi. Tetaplah pegang janji Tuhan. Percayalah tetap kepada kebenaran dan jangan tergiur kepada hal-hal yang ditawarkan sosok yang tidak pernah berpihak pada kebenaran.

Iblis, bapa segala dusta hanya bisa mengaum-aum mencari orang yang bisa ditelannya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments:

Post a Comment

Post a Comment